Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

9 Okt

Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

contoh pengawetan makanan dengan cara pengasinan
contoh pengawetan makanan dengan cara pengasinan

Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan – Pengasinan atau penggaraman merupakan salah satu cara pengawetan yang sudah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Perlu anda ketahui bahwa garam bisa bertindak sebagai pengawet, hal ini dikarenkaan garam dapat menarik air dari bahan yang akan di awetkan. Sehingga mikroorganisme pembusuk tidak bisa berkembang dengan baik karena menurunnya aktivitas air.

Garam akan memberikan beberapa pengaruh jika ditambahkan pada jaringan tumbuh-tumbuhan yang segar.

Garam tersebut akan berfungsi sebagai penghambat selektif pada mikroorganisme pencemar tertentu. Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

Mikroorganisme pembusuk atau protiolitik dan pembentuk spora merupakan yang paling mudah terpengaruh menskipun dengan kadar garam yang rendah sekalipun.

Mikroorganisme patogen seperti clostridium botulinum kecuali streptococcus aureus bisa dihambat oleh konsentrasi garam antara 10 sampai 12 persen.

Ada beberapa mikrooganisme terutama jenis Leuconostoc dan Lactobacillus bisa tumbuh secara cepat dengan adanya garam.

Tidak hanya itu garam juga bisa mempengaruhi aktivitas air dari bahan sehingga bisa mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme. Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

Mikroorganisme seperti bakteri halofilik yaitu bakteri yang bisa tahan hidup pada konsentrasi garam yang tinggi, bisa tumbuh dalam larutan garam yang hampir jenuh, namun membutuhkan waktu penyimpanan yang lama untuk tumbuh dan selanjutnya terjadi pembusukan.

Dan di bawah ini adalah contoh makanan yang di awetkan dengan caa pengasinan diantaranya sebagai berikut:

  1. Penggaraman ikan

Dalam proses penggaraman ikan, pengawetan dilakukan dengan cara mengurangi kadar air dalam ikan hingga titik tertentu. Hal ini bertujuan supaya bakteri tidak bisa hidup dan berkembang biak lagi.

Jadi fungsi garam dalam proses ini tidak bersifat membunuh meikroorganisme namun garam menyebabkan terjadinya proses penarikan air dalam sel daging ikan sehingga terjadi plasmolisis atau kadar air dalam sel mikroorganisme berkuran dan secara perlahan bakteri akan mati.

Biasanya penggaraman ikan ini akan di sertai dengan pengeringan untuk emnurunkan kadar air dalam daging ikan sehingga cairan semakin kental dan proteinnya akan menggumpal.

Tentunya kemurnian dari garam dan ukuran kristalnya akan menentukan mutu ikan asin yang di hasilkan. Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

Ciri-ciri ikan asin yang berkualitas ialah warnanya yang putih kekuningan, lunak, dan memiliki rasa enak. Penggaraman ikan juga bisa dilakukan dengan beberap cara seperti yang di bawah ini.

  • Penggaraman kering

Seperti namanya penggaraman ini menggunakan garam kering, ikan akan disiangi terlebih dahulu lalu dilumuri garam dan disusun secara berlapis-lapis dengan garam.

  • Penggaram basah

Sedangkan penggraman basah menggunakan larutan garam jenuh, biasanya ikan terlebih dahulu akan ditumpuk dalam bejana atau wadah kedap air, kemudian akan disi dengan larutan garam.

  • Penggaraman kering tanpa wadah kedap air

Sama halnya dengan cara yang pertama, namun cara ini menggunakan wadah yang tidak kedap air, sehingga larutan atau cairan garam yang terbentuk akan langsung mengalir ke bawah dan dibuang. Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

  • Penggaraman ikan yang di sertai dengan proses perebusan atau mencelupkan dalam larutan garam panas.

2. Telur asin

Telur asin merupakan salah satu hasil olahan telur dengan prinsip penggaraman. Seperti pada ikan, garam disini juga berfungi untuk menarik air hingga kadar air tertentu sehingga bakteri tidak bisa berkembang lagi.

Namun anda juga harus mematikan bahwa garam yang digunakan bersih dan ukuran kristal garamnya tidak terlalu halus.

Selain itu anda juga harus menggunkaan telur bebek yang bermutu karena akan mempengaruhi telur asin yang di hasilkan nantinya.

Biasanya dalam pembuatan telur asin akan menggunakan abu gosok, bubuk bata merah yang di campur dengan garam sebagai medium pengasinan.

3. Acar

Acar atau yang sering disebut dengan pickle merupakan sayuran atau buah-buahan yang diberi garam dan di awetkan dalam cuka baik di beri bumbu ataupun tidak sama sekali.

Pada umumnya proses penggaraman ini dilakukan p[ada tahap awal pembuatan acar dengan cara fermentasi. Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

Namun terkadang juga akan ditambahkan gula sebanyak 1 persen jika sayuran dan buah-buahan yang digunakan memiliki kadar gula rendah.

Biasanya nama acar akan di sesuaikan dengan sayura atau buah yang digunakan, misalnya acar mentimun, acar bawang putih, dan yang lainnya.

Jadi acar ini bisa dibuat dengan kombinasi dua cara pengawetan yaitu penggaraman dan fermentasi. Ada tiga cara utuk yang bisa anda lakukan untuk membuat acar diantaranya sebagai berikut:

  • Cara yang pertama

Cara ini tersiri dari dua proses yakni proses pelumuran garam (rough salting ) dan penggaraman akhir (final salting)

Dalam proses pelumuran garam biasanya menggunakan serbuk garam kira-kira 10 persen dari berat bahan dan larutan garam berkonsentrasi 10 persen.

Bahan dan serbuk garam biasanya akan di susun dalam wadah khusus misalnya stoples dengan cara berlapis-lapis. Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

Dan bagian atas akan memiliki lapisan garam lebih banyak dibandingkan dnegan bagian bawah.

Dan proses ini akan memkaan waktu antara 4 hingga 5 hari yang dialnjutkan dengan penggaraman akhir ( final salting)

Dalam tahap ini serbuk garam dikurangi 6 persen dari berat bahan yang telah mengalami rough salting.

Dan lamanya proses penggaraman tergantung dariaroma acar yang ditimbulkan. Pembuatan acar jenis ini banyak dilakukan oleh orang-orang Jepang.

  • Cara kedua >> Cara selanjutnya ialah dengan pembubukan garam secara bertahap. Tahap awal dilakukan dengan kadar garam rendah sekitar 8 persen lalu ditambahkan serbuk garam sebanyak 9 persen dari berat bahan. Dan setiap minggunya akan dilakukan penambahan garam secraa berangsur hingga akhirnya menjadi 15,9 persen.
  • Cara ketiga

Pada awalnya proses ini menggunakan larutan garam 10,6 persen lalu akan di tambahkan serbuk garam sebanyak 9 persen dari berat bahan. Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

Penambahan garam ini biasanya dilakukan secara berangsur tiap minggunya hingga menacapai 15,9 persen.

Supaya lama prosesnya sama dengan cara yang kedua maka, penambahan garam setiap minggunya harus lebih sedikit dari cara yang kedua.

Umumnya proses permentasi yang terjadi pada pembuatan acar akan membentuk asam laktat yang berasal dari pengubhan karbohidrat/gula.

Dan biasanya proses ini akan berlangsung selama 9 minggu supaya sempurna. Hasil fermnentasi ini tergantung dari suhu dan cara penggaraman sebelum fermentasi.

Perlu anda ketahui bahwa perendaman sayuran atau buah-buahan dalam larutan garam kadar rendah atau tinggi akan memicu tumbuhnya meikroorganisme dari golongan bakteri yaitu lactobacillus plantarum. Bakteri ini terlibat dalam pembentukan asam laktat selama proses fermentasi. Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

Bakteri tersebut tidak akan tumbuh jika larutan garamnya bertambah menjadi 10 hingga 15 persen.

Ada dua jenis acar sayur atu buah

– Acar asin : acar ini dibuat melalui proses penggaraman dengan menggunakan garam dapur (NaCI) yang diikuti fermentasi seperti ketiga cara yang sudah saya jelaskan.

– Acar bumbu

Acar sayur buah yang di beri bahan pewangi atau aroma tertentu, biasanya rempah-rempah seperti bawang merah dan bawang putih yang cara fermentasinya berbeda dengan cara asin.

Perlu anda ketahui bahwa acar bumbu dibuat dengan cara merendam buah atau sayuran pada larutan kadar garam rendah ditambah larutan asam asetat.  Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

Bahan-bahan pembentukan aroma seperti rempah-rempah akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan bakteri pembentuk asam, namun rempah-rempah bisa menghambat pertumbuhan jasad renik yang bisa merusak acar.

Biasanya sayuran dan buah-buahan yang sering dibuat acar ialah mentimun, bawang putih, bawang merah, cabai rawit, kol dan lainnya.

Tapi jenis acar dari buah masih belum banyak, namun jika akan membuat acar pilihlah buah yang sudah matang tetapi belum terlalu masak sehingga teksturnya masih keras.

4. Ikan teri

Ikan teri merupakan salah satu produk setengah jadi dari hasil pengolahan ikan ytang menggunakan dasar proses penggaraman dan pengeringan. Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

Tapi ada juga ikan teri yang tawar, untuk ikan jenis ini maka ikan tidak dilakukan penggaraman. Berikut ini adalah cara membuat ikan teri yang di keringkan dengan memiliki rasa asin diantaranya sebagai berikut:

  • Ikan yang berukuran kecil atau yang terkenal dengan sebutan ikan teri, sebleum diolah tidak harus melakukan penyiangan atau pembuangan isi perut. Sehingga anda hanya perlu membersihkan ikan dari kotoran dan cucilah hingga bersih.
  • Untuk menghasilkan rasa asin, maka teri yang sebelumnya sudah dibersihkan harus direndam dalam gan larutan garam dengan konsentrasi 0,5-1% atau tergantung dari tingkat keasinan teri yang di inginkan selama 1 sampai 3 jam.  Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan
  • Ikan teri yang sudah di rendam dalam air garam, akan ditiriskan dan dikeringkan hingga kering. Pengeringan ini biasanya dilakukan dengan cara menghamparkan ikan teri diatas penjemuran, Pengeringan tersebut bisa dilakukan di bawah terik sinar matahari atau dengan menggunakan pengering buatan.

Cara pengawetan makanan lainnya

Pendinginan

Pengawetan maknana dengan cara pendinginan ini sudah di kenal oleh masyarakat umum baik yang di desa ataupun di kota.

Cara ini sangatlah mudah, yaitu dengan menaruh makanan yang ingin anda awetkan pada suhu yang sangat rendah mulai dari -4 derajat celcius hingga 0 derajat celsius.

Berikut ini ialah beberap makan yang bisa diawetkan dengan cara pendinginan diantaranya daging, sayuran, telur, buah-buahan, ikan dan lain-lainnya.  Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

Pengasapan

Cara pengawetan yang satu ini ialah dengan menaruh maknan di dalam sebuha tempat, yang kemudian akan diasapi dari bagian bawah.

Sebenarnya pengawetan dengan cara ini belum mampu membuat makanan benar-benar awet dalam jangka waktu yang lama karena cara ini masih harus dikombinasikan dengan pengasinan dan pengeringan.

Pengalengan

Sedangkan pengawetan jenis ini menggabungkan antara teknik kimia dan juga fisika. Teknik di perlukan karena sejumlah pengawet yang harus dicampurkan ke dalam makanan sementara teknik fisika karena makanan tersebut nantinya akan dimasukan kedalam kaleng hampa udara.

Biasanya zat pengawet yang digunakan ialah yang mengandung garam, asam ataupun gula dan disimpan didalam kaleng yang terbuat dari alumuniu. Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

Berikut ini ialah maknaan yang biasa diawetkan dengan cara pengalengan seperti sayuran, buah, ikan, daging, susu, kopi, tehh, dan lain-lain.

Pengeringan

Jenis pengawetan ini dilakukan dengan cara menjemur ataupun memanaskan makanan yang akan diawetkan.

Pengawetan ini memiliki prinsip bahwa mikroorganisme yang memicu pembusukan sangat menyukai tempat yang lembab, basah, dan memiliki kadar air.

Mka dari itu dengan teknik pengeringan, diharapkan makanan benar-benar kering dan mikroorganisme mati, sehingga tidak terjadi pembusukan.  Contoh Pengawetan Makanan Dengan Cara Pengasinan

 

post by: obatlipoma

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *